Kayu manis yang banyak dikonsumsi sebagai bahan tambahan dalam beragam hidangan, juga memiliki manfaat sebagai obat tradisional. Kayu manis diyakini membantu mengatasi masalah pencernaan, infeksi saluran kencing, tekanan darah tinggi, penyakit lambung, tidak nafsu makan, sariawan, mengurangi gejala pilek dan flu, serta berbagai penyakit lainnya. Selain itu, kayu manis juga memiliki sifat antijamur dan antibakteri, sehingga sering digunakan untuk mencegah makanan agar tidak cepat basi.
Selain bagian kulit batang, daun dan akar kayu manis juga memiliki efek farmakologis dan sering dimanfaatkan sebagai obat anti rematik, pelirih keringat, obat perut kembung, susah buang angin, meningkatkan nafsu makan, serta menghilangkan sakit (anti nyeri).
Kayu manis juga dapat menurunkan kadar gula darah pada orang dengan diabetes tipe 2. Di satu sisi, hal ini bisa menguntungkan dalam pengontrolan kadar gula darah, namun tetap harus diperhatikan dosis penggunaannya. Menurut salah satu situs kesehatan, kelebihan konsumsi kayu manis bisa menyebabkan turunnya kadar gula darah secara drastis sehingga terjadi kondisi terlalu rendahnya kadar gula darah (hipoglikemia). Hipoglikemia dapat menimbulkan gejala seperti pusing, kesemutan, gemetar, sulit berkonsentrasi, hingga gangguan penglihatandan kehilangan kesadaran. Kondisi yang berbahaya ini sebenarnya dapat diatasi dengan memberikan cairan gula pada orang tersebut, namun tentu saja akan lebih baik mencegahnya. Maka sebaiknya orang dengan diabetes tipe 2 membatasi atau tidak mengonsumsi kayu manis secara berlebihan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar